Kamis, 07 Juni 2018

How to Improve Your Softskill


Are you ready to take action?  If you are reading this article, then you are already ahead of the game.  Here are four steps you can take today to improve your soft skills

Step 1: Understand Soft Skills Basics.  You are already done with this step if you are on this page and read all of the Soft Skills 101 pages.  You now know what soft skills are, why they are important to your career, and anyone can learn soft skills.

Step 2: Decide which soft skills you need to develop.   There is a famous Chinese saying “you cannot eat a whole cow in one bite.”  In the same notion, you cannot hope to develop all 28 soft skills in one step.  So let’s prioritize,
  1. Go to the Soft Skills List article and read through the 28 soft skills and why they are key to your success
  2. Create a prioritize list of skills you need to develop first, second, and third.
Step 3: Get Leverage.  It is not enough to just think “I SHOULD develop these two soft skills.”  What that translates to is “I will do it when I have time.”  Frankly no one has time these days.   We only have priorities.  If you don’t make investing time for your career a priority, then it will not happen on its own.  To make your career development a priority, you must know why you are doing it – how developing these skills can empower you and change your career for the better.   So do the following
  1. Write down 3-5 reasons why you MUST develop these soft skills for your career.  For example, you can say, “I am tired of not getting the credit I deserve for my work.  I need to develop the skills to manage upwards and self promote today, so that I am recognized and rewarded for my efforts. ”  “If I wait another year and do nothing, I will feel ….”
  2. Sharing your reasons with close friends or mentors.  This is critical as it keeps you accountable.   We all need other’s support in our efforts to improve yourself.  Find supporter in your life to motivate you to take action for your career.  Also feel free to share your reasons on this page in the comments below.
Step 4:  Take action to learn and practice over time.   Here is where you to start.
  1. For immediate action, read this article how to improve any soft skills.  This article provides tips you can use at work today on the soft skill you decided to improve.
  2. Sign up for Soft Skills Gym.  Just like physical muscles, you need to practice often to develop your “soft skills muscles.”  This is why I created the Soft Skill Gym, a place for you to get answers, take actions, and be empowered in your career.    You don’t have to be alone on this journey.  With the Soft Skills Gym, we are there every step of the way.  
  3. Bookmark this website – use it as a resource whenever you encounter any challenges related to your soft skills and career advancement.
Best wishes to your career success. I look forward to taking this journey with you. I am always in your corner.

Source : http://bemycareercoach.com/softskills/improve

Perbedaan softskill dan hardskill!!!

Dalam dunia kerja yang dibutuhkan tidak hanya kepandaian akademik/teknis saja, namun juga non akademik. Di sekolah kita lebih diajarkan mengenai kemampuan akademik saja, sedangkan kemampuan non akademik kita tidak begitu diperhatikan. Sedangkan nantinya ketika kita berada di dunia kerja selain mampu dalam menyelesaikan tugas sesuai dengan kemampuan, kita juga harus mampu beadaptasi dengan baik di dunia kerja.
Kemampuan akademik/teknis disebut juga hardskill, sedangkan kemampuan non akademik disebut softskill. Hard skills merupakan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya. Sedangkan softskill adalah keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal skills) dan keterampilan dalam mengatur dirinya sendiri (intrapersonal skills) yang mampu mengembangkan unjuk kerja secara maksimal. Contoh kemampuan hardskill adalah keterampilan teknis seperti keuangan, komputer, kualitas, atau keterampilan perakitan.
Hardskill dapat dilihat/diukur dari riwayat pendidikan. Sedangkan softskill dapat dilihat dari pengalaman dalam berorganisasi. Contoh softskill adalah pribadi dan perilaku interpersonal yang mengembangkan dan memaksimalkan kinerja manusia misalnya, pelatihan, pembentukan tim, pengambilan keputusan, inisiatif. Contoh lain dari keterampilan-keterampilan yang dimasukkan dalam kategori soft skills adalah integritas, motivasi, etika, kerja sama dalam tim, kepemimpinan, kemauan belajar, komitmen, mendengarkan, tangguh, fleksibel, komunikasi lisan, jujur, berargumen logis, tahan banting, kompetisi, ulet, dan lainnya. Keterampilan-keterampilan tersebut umumnya berkembang dalam kehidupan bermasyarakat.
Sifat soft skills meliputi nilai yang dianut, motivasi, perilaku, kebiasaan, karakter dan sikap. Sifat ini dimiliki oleh setiap orang dengan kadar yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh kebiasaan berfikir, berkata, bertindak dan bersikap. Tapi, sifat ini dapat berubah jika individu tersebut mau mengubahnya dengan cara berlatih membiasakan diri. Softskill dibagi menjadi dua, yaitu intrapersonal skills dan interpersonal skills. Intrapersonal skills adalah keterampilan seseorang dalam ”mengatur” diri sendiri. Intrapersonal skills sebaiknya dibenahi terlebih dahulu sebelum seseorang mulai berhubungan dengan orang lain. Sedangkan interpersonal skills adalah keterampilan seseorang yang diperlukan dalam berhubungan dengan orang lain. Secara rinci keterampilan tersebut adalah : Intrapersonal Skill :
  • Transformasi karakter
  • Transformasi keyakinan
  • Manajemen perubahan
  • Manajemen stres
  • Manajemen waktu
  • Proses berfikir kreatif
  • Tujuan pengaturan & tujuan hidup
  • Dipercepat belajar teknik
  • Percaya Diri
  • Penilaian sifat, diri & preferensi
  • Kesadaran emosional
  • Kontrol diri
  • Kelayakan
  • Proaktif
Interpersonal Skill :
  • Keterampilan komunikasi
  • Keterampila motivasi
  • Keterampilan kepemimpinan
  • Keterampilan self-marketing
  • Keterampilan negosiasi
  • Keterampilan presentasi
  • Keterampilan berbicara di publik
  • Kesadaran politik
  • Memanfaatkan keragaman
  • Orientasi pelayanan
  • Empati
  • Manajemen konflik
  • Kerjasama tim
  • Sinergi
Dewasa ini kebanyakan perusahaan dalam perekrutan pegawai mensyaratkan paduan antara hardskill dengan softskill. Perusahaan menganggap bahwa percuma jika hardskill saja yang bagus namun softskillnya tidak. Saat perekrutan karyawan, perusahaan cenderung memilih calon yang memiliki kepribadian lebih baik meskipun hard skillnya lebih rendah. Alasannya sederhana, yaitu memberikan pelatihan keterampilan jauh lebih mudah daripada pembentukan karakter. Bahkan kemudian muncul tren dalam strategi rekrutasi, yaitu ”Recruit for Attitude, Train for Skill“. Pada perekrutan karyawan, kemampuan teknis dan akademis (hard skill) lebih mudah diseleksi, dan dapat diketahui pada daftar riwayat hidup, pengalaman kerja, indeks prestasi dan ketrampilan yang dikuasai. Sedangkan untuk soft skill biasanya dievaluasi oleh psikolog melalui psikotes dan wawancara mendalam. Interpretasi hasil psikotes, meskipun tidak dijamin 100% benar namun sangat membantu perusahaan dalam menempatkan ‘the right person in the right place’. Umumnya kelemahan di softskill berupa karakter yang melekat pada diri seseorang.
Kemampuan ini bisa diasah dan ditingkatkan seiring dengan pengalaman kerja. Salah satu cara mengubahnya melalui learning by doing. Selain itu, juga bisa diasah dan ditingkatkan dengan cara mengikuti pelatihan-pelatihan maupun seminar-seminar manajemen. Namun, satu cara ampuh untuk meningkatkan soft skill adalah dengan berinteraksi dan beraktivitas dengan orang lain.

Sumber : http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/perbedaan-softskill-dan-hardskill/

SEBERAPA PENTING SIH SOFTSKILL?

Ada diskusi menarik di antara para manajer perbankan sebagai peserta pelatihan manajemen bisnis perbankan di Bali pada pertengahan tahun 2016 lalu, dimana penulis bertindak sebagai trainer. 
Ketika  melakukan seleksi kepegawaian, apakah manajemen perbankan  memberi bobot lebih besar pada soft competency test daripada hard skill based test mengingat banyaknya praktik fraud atau manipulasi dalam industri perbankan. Jawabannya memang beragam tergantung kebutuhan, strategi, dan human resource policy yang diterapkan oleh pihak manajemen perbankan.
Ketika masih mengajar di bidang manajemen keuangan sampai dengan akhir tahun 1990-an, penulis sering menjelaskan kepada para mahasiswa  bahwa tujuan mendapatkan keuntungan yang maksimal oleh perusahaan akan tercapai jika di- back-up oleh jumlah modal tertentu yang cukup kuat. Modal dalam hal ini adalah nilai aset yang digunakan untuk menghasilkan nilai tambah yang disebut sebagai laba. 
Dalam perspektif manajemen keuangan, hasil dari suatu investasi (return on investment) selalu dihitung dengan membandingkan besaran laba dengan modal atau aset yang digunakan. 
Dalam perkembangan kemudian, secara tidak sadar formula ini mendorong pihak pengelola bisnis hanya berkutat pada upaya memperbesar nilai aset dan “melupakan” upaya membangun karakter orang-orang yang mengelola aset yang digunakan. Seberapa besar sumbangan kekuatan karakter atau soft competency  yang dimiliki sumber daya manusia (SDM)  kurang memperoleh sentuhan yang bermakna sampai munculnya konsep SDM sebagai human capital. 
Konsep human capital dalam Islam adanya pengakuan bahwa setiap orang adalah pemimpin yang harus bertanggung jawab. Berbicara tentang manajerial itu berarti berkaitan dengan soft skills.  
Tetapi dalam pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen,  faktor hard skills menjadi penting. Itu artinya soft skills dan hard skills bukanlah hal yang perlu dipertentangkan tetapi perlu dikembangkan secara seimbang. Satu hal yang bisa mengkombinasikan kedua  kelompok keahlian tersebut tanpa mempertentangkannya. Para ahli SDM sepakat bahwa SDM dalam perusahaan merupakan faktor terpenting dibandingkan dengan pentingnya faktor teknologi, sistem informasi, dan aset. 
Sama seperti yang dikemukakan oleh Syed M Athar, tentang Islamic management yang mengakui faktor manusia merupakan sumber daya yang terpenting dan paling berharga. Muhammad A Al-Buraey, Director Center for Economics & Management Systems King Fahd University mengemukakan bahwa kepemimpinan akan  efektif ketika seorang manajer memiliki  karakter yang kuat, mampu menunjukkan jati diri sebagai role model, menjaga keseimbangan, dan memiliki integritas tinggi. Semua itu mendukung pengelolaan sumber-sumber daya organisasi yang efektif jika dilakukan berdasarkan pedoman Alquran dan sunnah.
Dalam perspektif manajemen Islam, employee value proposition diletakkan pada posisi sebagai agen perubahan yang didukung oleh spirit untuk melakukan perubahan dimulai dalam diri sendiri. Alquran telah dengan tegas menjelaskan: “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (QS Ar Ra’du:11). Dalam konteks manajemen bisnis effort melakukan perubahan mencapai tujuan yang halal adalah kekuatan utama sukses bisnis.


Sumber : http://www.republika.co.id/amp_version/ohggdd291

Senin, 14 Mei 2018

Strategy mengerjakan 'structure' di TOEFL

     Apa itu "Stucture"? (Ind. 'struktur')
Apa pun bidang ilmu yang Anda geluti, Anda pasti mengenal konsep tentang "stuktur". Di dalam disiplin ilmu teknik, sosiologi, antropologi, seni, matematika, ekonomi, geografi, dan semua cabang ilmu pasti dikenal konsep dan istilah 'struktur' dengan definisi yang berbeda-beda. Namun jika kita perhatikan dengan seksama, ada satu benang merah dari semua definisi konsep yang berbeda-beda tersebut.

     Sebuah 'struktur' pasti mengandaikan adanya 3 hal utama, yakni:
1) bagian/unsur/elemen pembentuk struktur
2) keterkaitan/hubungan antarelemen/unsur/bagian tersebut
3) hukum/keteraturan/pola tertentu yang mengikat seluruh elemen/unsur/bagian
Oleh karena 'struktur' mengimplikasikan ketiga hal tersebut di atas, maka dengan cara yang sama pertanyaan-pertanyaan pada bagian Structure & Written Expression ini juga mengandaikan ketiga hal tersebut. Oleh karena yang menjadi satuan terkecil yang diujikan adalah kalimat (bukan paragraf seperti pada bagian ke-3), maka kita harus mampu mengenali:
1) elemen-elemen pembentuk kalimat
2) hubungan antarelemen kalimat
3) pola yang mengikat semua elemen tersebut.

     Strategi Umum untuk Mengerjakan Part A
Pada bagian ini, ada sebuah kalimat yang bagian dari kalimat tersebut hilang. Dari 'paradigma struktural' yang saya uraikan di atas, maka cara yang paling tepat  untuk mengerjakan bagian ini adalah dengan mengetahui komponen mana yang dihilangkan pada kalimat, apakah komponen Subject, Verb, Complement, Object, Conjunction, Appositive, atau gabungan dari sebagian komponen-komponen tersebut. Jika ini pun tidak bisa dilakukan, maka kenalilah terlebih dahulu mana komponen yang ada, baru nanti terlihat komponen mana yang dihilangkan. Dengan mengetahui komponen apa yang dihilangkan, maka paling tidak kita akan mencari ke bagian pilihan yang memang kita perlukan dan mengeliminasi pilihan-pilihan yang salah.

Contoh:
 A camel ______________ 30 gallons of water in ten minutes.
(a) it can drink
(b) a large drink of
(c) can drink
(d) with a drink of

      Soal di atas adalah tipikal soal Part A (sentence completion), di mana kita diminta untuk menentukan jawaban yang benar dari keempat pilihan yang diberikan.
Langkah 1: baca secara sangat sekilas kalimat tersebut
Langkah 2: tentukan secara cepat komponen apa yang dihilangkan
Langkah 3: eliminasilah pilihan-pilihan jawaban yang tidak mungkin dipilih (salah)
Langkah 4: jawablah pertanyaan tersebut

     Jika dilihat, kalimat di atas memuat komponen Subject ('A camel') namun tidak ada komponen Verb-nya (dalam Bahasa Indonesia kita mengenal komponen ini sebagai Predikat). Jadi kita harus mencari Verb di dalam pilihan yang disediakan. Dari keempat pilihan, ada 2 pilihan yang BUKAN Verb, yakni pilihan (b) dan (d), sehingga secara otomatis kita akan mengabaikan dua pilihan ini. Pilihan jawaban (a) mengandung Verb, namun masih memuat Subject, yaitu 'it'. Karena kalimatnya sudah mengandung Subject, pilihan (a) oleh karenanya juga salah. Jawaban atas soal di atas adalah (c), mengingat hanya pilihan inilah yang memuat verb. Ingat, di dalam bagian ke-2 TOEFL (Structure) jawaban atas pertanyaan harus secara pas menjawab pertanyaan, Jika yang dihilangkan Verb, maka carilah Verb, tidak boleh kurang (tidak memuat Verb) atau lebih (mengandung komponen lain yang tidak diperlukan). 

Source : http://popi-irawan.blogspot.co.id/p/section-ii.html?m=1

Rabu, 11 April 2018

Tips & Trik Menjawab soal Listening TOEFL

Part listening terbagi lagi atas 3 part yaitu Part A, B, and C. Sebelum kita memasuki penjelasan tiap part secara mendetail. Terlebih dahulu saya ingin memberikan tips & trik secara general dalam menjawab soal ini. Tipsnya yaitu:

  • Be Familiar with direction. Dalam setiap part akan ada direction yang dibacakan oleh sang bule dari tape recorder. Direction ini akan selalu sama di setiap test toefl. jadi sesungguhnya tak perlu mendengarkan baik-baik dierction yang ada. kalian benar-benar harus sudah tahu dan familiar dengan direction tersebut sebelum mengikuti test.
  • Selama direction dibacakan, silahkan melihat-lihat pilihan jawaban yang ada. Bisa di tebak kira-kira apa pertayaan untuk pilihan jawaban tersebut.
  • Listen carefully to the conversations and talks. Jadi kalian harus betul-betul berkonsentrasi untuk mendengarkan apa yang diucapkan dalam tape recorder tadi. mengapa? Karena hanya akan di putar sekali saja. Jadi tetap berkonsentrasi yaa..
  • Know where the esier and more difficult question are generally found. setiap part dari sesi listening comprehension yaitu dari soal yang mudah hingga ke soal yang sukar.
  • Never leave any answer blank on your answer sheet. jangan pernah mengosongkan lembar jawaban. jika tidak tahu, maka jawab saja/ isi saja lembar jawaban berdasarkan feeling teman-teman. Kira-kira manakah jawaban yang benar. sebab tidak akan ada pengurangan nilai jikalau pun jawabannya salah. Jika benar, Alhamdulillah kan?
  • Selama pengerjaan, jika selesai mengerjakan soal pertama dan masih ada waktu tersisa sebelum si bule berpindah ke soal berikutnya, gunakan waktu tersebut untuk melihat pilihan jawaban berikutnya. jadi teman-teman sudah siap untuk menjawab soal, tinggal focus mendengarkan, lalu memilih jawaban yang tepat ^^
Sekarang kita masuk kepada penjelasan singkat dari part dalam listening comprehension.
1. PART A
Part A merupakan short conversation atau percakapan singkat dua orang. Part ini terdiri dari 30 short conversation yang diikuti oleh pertanyaan di setiap conversation yang harus dijawab setiap 1 short conversation selesai.
General tips untuk part ini adalah:
  • Focus kepada second line (pembicara kedua). Jawaban pertanyaan dari pertanyaan biasanya di pembicara kedua.
  • Biasanya jawabannya merupakan re-statement (pernyataan ulang)dari kata kunci yang terdapat di pembicara kedua. Jadi apa yang didengar bisa jadi katanya tidak sama dengan apa yang tertulis dipilihan jawaban, namun memiliki maksud yang sama dengan yang diucapkan oleh sang bule pembicara kedua.
  • Remember! pertanyaannya itu dari yang mudah (easy) – yang sukar (difficult)
  • if not understand the conversation,  maka:
    • jika hanya mengerti beberapa kata saja ---> pilihlah jawaban yang merupakan re-statement dari key word (kata kunci) yang di dengar atau dimengerti tadi
    • if not understand all, sama sekali tidak mengerti, pilihlah yang paling berbeda dengan apa yang kalian dengar
    • Never Choose an answer because it sounds like what you heard in the conversation. jadi, jangan pernah memilih jawaban karena sama dengan apa yang kalian dengar yaa
  • Remember! jawablah semua pertanyaan walaupu kalian tidak yakin dengan jawabanya. Never leave any answers blank. Jangan membuat lembar jawaban kosong yaa..
Contohnya:
image
Dari dialog di atas, pembicara kedua mengatakan I’ll say! , means bahwa si bule perempuan agree (setuju) dengan apa yang dikatakan oleh si bule pria (pembicara pertama). Jadi jawabannya adalah (C).
II. PART B
Part B merupakan part long conversation atau percakapan panjang. di part ini kita akan mendengarkan percakapan panjang dua orang bule. Jumlah percakapan di part in adalah dua. Setelah setiap percakapan selesai akan di ikuti dengan 3 atau 4 –5 pertanyaan. Biasanya di part ini lebih banyak membicarakan tentang school life, social issue, or a trip that someone is planning ataupun berita di United State (US).
III. Part C
Di part ini seseorang akan berbicara panjang. Di part ini terdiri dari 3 pembicaraan, masing-masing pembicaraan akan di ikuti pertanyaan 3 – 4 atau 5 pertanyaan. kemudian pilihlah jawaban yang benar sesuai dengan pertanyaan. Sama halnya dengan Part B, di Part ini juga kebanyakan membicarakan tentang American History, literatur, ataupun some school life.
Tips untuk menjawab soal Part B & C adalah sama, yaitu:
  • Focus in 1st line. Jadi fokuslah di line pertama dari tiap conversation ataupun talk. Karean baris pertama biasanya merupakan main idea, subject, ataupun topik yang sedang dibicarakan. Dan sering sekali akan ditanyakan pertanyaan tentang hal tersebut.
  • Sebelum mendengarkan conversation atau talk di setiap part, pada saat direction dibacakan atau jika ada waktu, lihatlah jawaban di Part B begitu pula jika sudah memasuki part C. sementara melihat jawaban, cobalah untuk:
    • Menerka topik yang akan kalian dengan nantinya
    • Menerka pertanyaan yang mungkin muncul dari kumpulan jawaban yang ada.
    • Terka ataupun simpulkan pertanyaan tentang what doing next?, when & where the conversation take place?, and who’s talking? pertanyaan ini sering sekali muncul di part ini.
  • Saat mendengarkan, determain topik dengan mendengarkan baik-baik bagian pertama (first line) dari percakapan.
  • Saat mendengarkan follow atau ikuti dengan melihat jawaban yang ada pada text book (buku soal) lalu usahakan untuk menerka jawaban yang tepat. Semua jawaban ada pada conversation atau talk, dan jawabannya sama dengan apa yang kalian dengar di tape.
  • Harus menerka jawabannya walaupun tak yakin. Ingat! jangan pernah membiarkan jawaban kosong.
  • Jika ada waktu yang tersisa gunakan untuk melihat jawaban pada text book. agar siap mendengar conversation atau talk selanjutnya.
Untuk strategi mendetail tentang PART A  dan contoh listening part B & C dibahas tersendiri di postingan lain di blog ini.
Nah, itulah beberapa tips yang bisa digunakan dalam menjawab soal listening comprehension. Jangan lupa kunjungi blog aslinya (tertera di bawah) Semoga bermafaat ya!

Sumber :  http://www.evhykamaluddin.com/2014/06/tips-trik-menjawab-soal-listening