Minggu, 19 Juni 2016

Peran Perdagangan Internasional Dalam Perekonomian Indonesia



Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu  negara  dengan  penduduk  negara  lain atas  dasar  kesepakatan  bersama.  Penduduk yang dimaksud dapat berupa antar perorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah  suatu  negara  atau  pemerintah suatu   negara   dengan   pemerintah   negara lain. Di banyak negara, perdagangan internasional   menjadi   salah   satu   factor utama untuk meningkatkan GDP. Meskipun perdagangan internasional telah terjadi selama   ribuan   tahun   (lihat   Jalur   Sutra, Amber Road), dampaknya terhadap kepentingan  ekonomi,  sosial,  dan  politik baru  dirasakan  beberapa  abad  belakangan. Perdagangan internasional pun turut mendorong Industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan multinasional.
(Gunawan Widjaja & Ahmad Yani, Op.Cit., hal. 20)
Salvatore menyatakan bahwa perdagangan dapat menjadi mesin bagi pertumbuhan ( trade as engine  of  growth,  Salvatore,  2004).  Jika aktifitas  perdagangan  internasional  adalah ekspor  dan  impor,  maka  salah  satu  dari komponen    tersebut    atau    kedua-duanya dapat menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan. Tambunan (2005) menyatakan    pada awal tahun 1980-an Indonesia menetapkan kebijakan yang berupa export promotion. Dengan demikian, kebijakan tersebut menjadikan ekspor sebagai motor penggerak bagi pertumbuhan. Ketika perdagangan internasional menjadi     pokok bahasan, tentunya  perpindahan  modal  antar  negara menjadi  bagian  yang  penting  juga untuk dipelajari.
(Tambunan, Tulus. 2000. Perdagangan Internasional dan Neraca Pembayaran; Teori dan Temuan Empiris. Jakarta : LP3ES)
Sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Vernon, perpindahan modal khususnya  untuk  investasi  langsung, diawali dengan adanya perdagangan internasional. Ketika terjadi perdagangan internasional yang berupa ekspor dan impor, akan memunculkan kemungkinan untuk memindahkan tempat produksi. Peningkatan   ukuran   pasar   yang   semakin besar yang ditandai dengan peningkatan impor suatu jenis barang pada suatu negara,akan memunculkan kemungkinan untuk memproduksi barang tersebut di negara importir. Kemungkinan itu didasarkan dengan  melihat  perbandingan  antara  biaya produksi di negara eksportir ditambah dengan biaya transportasi dengan biaya yang muncul jika barang tersebut diproduksi  di  negara  importir.  Jika  biaya produksi di negara eksportir ditambah biaya transportasi  lebih  besar  dari  biaya  produksi di negara importir, maka investor akan memindahkan  lokasi  produksinya  di negara importir.
(Apple  Yand.  2004. Ekonomi  Internasiona. Edisi kelima. Erlangga. Jakarata)

  • Teori Perdagangan Internasional
Menurut Amir M.S., bila dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan  di  dalam  negeri,  perdagangan internasional sangatlah rumit dan kompleks. Kerumitan  tersebut  antara  lain  disebabkan karena    adanya    batas-batas    politik    dan kenegaraan     yang     dapat     menghambat perdagangan,  misalnya  dengan  adanya  bea, tarif, atau quota barang impor. Selain  itu,  kesulitan  lainnya  timbul karena  adanya  perbedaan  budaya,  bahasa, mata   uang,   taksiran   dan   timbangan,   dan hukum dalam perdagangan.
Selain  itu,  kesulitan  lainnya  timbul karena  adanya  perbedaan  budaya, bahasa, mata uang, taksiran dan timbangan, dan hukum dalam perdagangan.
(Amir M.S., Kontrak Dagang Ekspor, Penerbit PPM, Jakarta, 2002, hal. 13)

  • Manfaat perdagangan internasional
Menurut Sadono Sukirno, manfaat perdagangan internasional adalah sebagai berikut.

·         1. Memperoleh  barang  yang  tidak  dapat diproduksi di negeri sendiri
Banyak  faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan hasil produksi di setiap negara. Faktor-faktor tersebut di  antaranya  :  Kondisi  geografi,  iklim, tingkat  penguasaan  iptek  dan  lain-lain. Dengan         adanya perdagangan internasional,   setiap   negara   mampu memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri.

·         2. Memperoleh keuntungan dari spesialisasi
Sebab utama kegiatan perdagangan luar  negeri  adalah  untuk  memperoleh keuntungan    yang    diwujudkan oleh spesialisasi.   Walaupun   suatu   negara dapat  memproduksi  suatu  barang  yang sama jenisnya dengan yang diproduksi oleh negara lain, tapi ada kalanya lebih baik apabila negara tersebut mengimpor  barang  tersebut  dari  luar negeri.

·         3. Memperluas pasar dan menambah keuntungan
Terkadang, para pengusaha tidak menjalankan mesin-mesinnya (alat produksinya)  dengan  maksimal  karena mereka khawatir akan terjadi kelebihan produksi, yang mengakibatkan  turunnya  harga  produk mereka.  Dengan  adanya  perdagangan internasional, pengusaha dapat menjalankan mesin-mesinnya secara maksimal, dan menjual kelebihan produk tersebut keluar negeri.

·         4. Transfer teknologi modern
Perdagangan luar negeri memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik produksi yang lebih efesien dan cara-cara manajemen yang lebih modern.

  • Dampak Positif dan Negatif Perdagangan Internasional Terhadap Perekonomian Indonesia
1. Dampak Positif Perdagangan Internasional bagi Perekonomian Indonesia

Dalam setiap kerja sama perdagangan internasional yang dilakukan Indonesia dengan negara lain harus mengandung prinsip saling menguntungkan. Beberapa dampak positif perdagangan internasional bagi perekonomian Indonesia, di antaranya sebagai berikut.
a.       Mendorong dan Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi
b.      Meningkatkan Pendapatan Negara
c.       Memperluas Lapangan Pekerjaan
d.      Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat
e.       Meningkatkan Kualitas Produksi
f.        Memajukan Dunia Perbankan dan Lembaga Keuangan lain

2. Dampak Negatif Perdagangan Internasional bagi Perekonomian Indonesia

Dalam setiap kerja sama perdagangan internasional baik bilateral, regional, maupun multilateral tentu saja selain mempunyai dampak positif juga menimbulkan dampak negatif. Adapun dampak negatif perdagangan internasional bagi perekonomian Indonesia adalah sebagai berikut.
a.       Kelangsungan Hidup Produk Dalam Negeri Teracam
b.      Menyempitnya Pasar Produk Dalam Negeri
c.       Hancurnya Industri Dalam Negeri
d.      Meningkatnya Pengangguran
e.       Terjadinya Utang Luar Negeri

           Daftar Pustaka 

    • ·         Salvator, dominick. 2004. Ekonomi Internasional. Jakarta : Elrlangga
    • ·         Tambunan, Tulus. 2000. Perdagangan Internasional dan Neraca Pembayaran; Teori dan Temuan Empiris. Jakarta : LP3ES
    • ·         Apple  Yand.  2004. Ekonomi  Internasional. Edisi kelima. Erlangga. Jakarata









    Jumat, 13 Mei 2016

    Peran UKM dalam Perekonomian Indonesia

    Peran UKM dalam Perekonomian Indonesia


    • Defininsi UKM
                Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.” Dan definisi UKM juga memiliki kontribusi besar bagi bergulirnya roda ekonomi suatu negeri, bukan hanya karena ia adalah benih yang memampukan tumbuhnya bisnis besar, melainkan juga karena ia menyediakan layanan tertentu bagi masyarakat yang bagi bisnis besar dinilai kurang efisien secara biaya.


    • Perkembangan UKM di Indonesia
                 Perkembangan UKM Di Indonesia | Usaha Kecil Menengah pada mulanya tidak mengalami kemajuan yang sangat berarti baik dari segi kuantitas maupun dari kualitas, karena pada saat itu belum terdapat perhatian yang serius dari pihak-pihak yang berwenang, perhatian hanya diarahkan sebagai bentuk formalitas saja. Tapi sejak terjadinya krisis moneter pada tahun 1997/1998 di mana UKM ternyata mempunyai ketahanan yang relatif baik dibanding usaha  besar, maka pihak-pihak yang berwenang sudah mulai sangat memperhatikan terhadap perkembangan UKM baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya.

                Adapun perkembangan UKM di Indonesia sudah cukup pesat menurut BPS pada tahun 2007 ada sebanyak 49,8 juta unit usaha atau 99,99 persen terhadap total unit usaha di Indonesia, sementara jumlah tenaga kerjanya mencapai 91,8 juta orang atau 97,3 persen terhadap seluruh tenaga kerja di Indonesia. Dari jumlah tersebut ternyata pada tahun 2007 UKM mampu mendukung Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar 6,3 persen terhadap tahun 2006, bila dirinci menurut skala usaha pertumbuhan PDB usaha mikro kecil dan menengah (UKM) mencapai 6,4 persen dari usaha besar (UB) tumbuh 6,2 persen. Dibanding tahun 2006 pertumbuhan UKM hanya 5,7 persen dan PDB hanya 5,2 persen.


               Pada tahun 2007 total nilai PDB Indonesia mencapai Rp.3.957,4 triliun, dimana UKM memberikan kontribusi sebesar Rp.2.121,3 triliun atau 53,6 persen dari PDB Indonesia. Pertumbuhan PDB UKM tahun 2007 ini terjadi disemua sektor ekonomi. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor bangunan sebesar 9,3 persen, diikuti sektor perdagangan, hotel dan restoran 8,5 persen, dan sektor pertambangan dan penggalian sebesar 7,8 persen. Adapun hasil eksport produksi UKM selama tahun 2007 mencapai Rp.142,8 triliun atau 20 persen terhadap total eksport non-migas nasional sebesar Rp.713,4 triliun. (Kompas 2005).


               Perkembangan UKM  ini tidak terlepas adanya dukungan dari pihak pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terutama melalui aturan-aturan yang dikeluarkan misalnya, adanya undang-undang tentang Bank Indonesia sejak 16 Nopember 1999, yang mendukung pengembangan UKM melalui pemberian kredit.



    • Kontribusi UKM dalam Pertumbuhan Ekonomi
                Kontribusi UKM  amat jelas dalam perekonomian Indonesia.  Usaha kecil, dan menengah yang jumlahnya dominan tersebut mampu meyediakan 99,04 persen lapangan kerja.  Demikian halnya sumbangan terhadap Produk Domestik Bruto  (PDB)  Non Migas, cukup meyakinkan yaitu sebesar 63,11%.

                UKM juga memberikan kontribusi pada ekspor non migas sebesar 14,20% (BPS 2001).  Hal ini berarti pada sektor-sektor dimana terbuka bagi masyarakat luas UKM mempunyai sumbangan nyata.  Sehingga kemampuan untuk melahirkan percepatan pemulihan ekonomi akan ikut ditentukan oleh kemampuan menggerakkan UKM. Sesuai dengan data yang disusun BPS bersama Kementrian Koperasi dan UKM, indikator makro UKM pada tahun 2003 adalah sebagai berikut:

    1. Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dapat dipandang sebagai katup penyelamat dalam proses pemulihan ekonomi nasional. Peranannya dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja diharapkan menjadi langkah awal menggerakkan sektor produksi pada berbagai lapangan usaha
    2. Kinerja UKM dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat. Besaran PDB yang diciptakan UKM tahun 2003 mencapai Rp. 1.013,5 triliun (56,7% dari total PDB Nasional) dengan perincian 41,1% berasal dari UK dan 15,6% dari UM. Pada tahun 2000, sumbangan UKM baru mencapai 54,5% terhadap total PDB Nasional berasal dari UK (39,7%) dan UM (14,8%).
    3. Jumlah unit UKM pada tahun 2003 adalah 42,4 juta, naik 9,5% dibanding tahun 2000, sedangkan jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor UKM pada tahun 2003 tercatat 79 juta pekerja, lebih tinggi 8,6 juta pekerja dibanding tahun 2000 dengan 70,4 juta pekerja. Berarti selama periode 2000-20003 meningkat sebesar 12,2% atau rata-rata 4,1% per tahun.
    4. Pertumbuhan PDB UKM sejak tahun 2001 bergerak lebih cepat daripada total PDB Nasional dengan tingkat pertumbuhan masing-masing sebesar 3,8% tahun 2001, 4,1% tahun 2002, kemudian 4,6% tahun 2003.
    5. Sumbangan pertumbuhan PDB UKM lebih tinggi dibanding sumbangan pertumbuhan dari Usaha Besar. Pada thaun 2000 dari 4,9% pertumbuhan PDB Nasional secara total, 2,8%-nya berasal dari pertumbuhan UKM. Kemudian, pada tahun 2003, dari 4,1% pertumbuhan PDB Nasional secara total, 2,4% di antaranya berasal dari pertumbuhan UKM.
    6. Peranan ekspor UKM terhadap ekspor nonmigas tercatat 19,9% pada tahun 2003, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan sumbangannya tahun 2000 yaitu 19,4%.
    7. Besaran investasi fisik yang tergambar dari angka-angka Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) di PDB baik secara nominal maupun secara riil menunjukkan peningkatan pada periode 2000-2003.
    8. Tingkat pertumbuhan investasi di UKM pada tahun 2003 sedikit lebih cepat dibanding tahun sebelumnya, namun apabila dibanding tahun 2000 jauh lebih lambat. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan PMTB dan PDB Nasional secara total. (RAP)
    • Referensi
     1.    Definisi UKM, from https://id.wikipedia.org/wiki/Usaha_Kecil_dan_Menengah dan http://www.biayapendidikan.com/2013/07/defini-kelebihan-dan-kelemahan-ukm.html , Friday Mei 13 2016 , 9:30 PM
     2.    Perkembangan UKM di Indonesia, from http://karyatulisilmiah.com/perkembangan-umkm-di-indonesia/ , Friday Mei 13 2016 , 9.0 PM
     3.    Kontribusi UKM dalam Pertumbuhan Ekonomi, from http://berandainovasi.com/kontribusi-ukm-dalam-perekonomian-indonesia/ , Friday Mei 13 2016 , 9.00 PM


    Jumat, 08 April 2016

    Perekenomian Indonesia Saat Ini : Otonomi Daerah

     OTONOMI DAERAH


    DEFINISI OTONOMI DAERAH

    Menurut Sunarsip, Pengertian Otonomi Daerah adalah kewenangan dari daerah untuk mengurus dan mengatur kepentingan masyarakat yang ada di daerah tersebut menurut prakarsa sendiri yang didasarkan pada aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

    Menurut Kansil, Pengertian Otonomi Daerah adalah hak yang diberikan kepada daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri dalam ikatan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Daerah dibentuk berdasarkan asas desentralisasi.

    Otonomi Daerah menurut Widjaja merupakan salah satu dari bentuk desentralisasi pemerintahan (pembagian kekuasaan) yang pada dasarnya ditujukan untuk memenuhi kepentingan bangsa secara menyeluruh

    Menurut UU No.32 Tahun 2004, Definisi Otonomi Daerah adalah hak, wewenang dan kewajiban dari daerah untuk mengurus dan mengatur sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan dari masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
    Menurut UU No.32 Tahun 2004, Definisi Daerah Otonom adalah kesatuan dari masyarakat hukum yang memiliki batas batas wilayah kewenangan untuk mengurus dan mengatur urusan pemerintahan dan kepentingan dari masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri dengan berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem NKRI.

    Dasar hukum
    • Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 18 Ayat 1 - 7, Pasal 18A ayat 1 dan 2 , Pasal 18B ayat 1 dan 2.
    • Ketetapan MPR RI Nomor XV/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Otonomi Daerah, Pengaturan, pembagian, dan Pemanfaatan Sumber Daya Nasional yg Berkeadilan, serta perimbangan keuangan Pusat dan Daerah dalam Kerangka NKRI.
    • Ketetapan MPR RI Nomor IV/MPR/2000 tentang Rekomendasi Kebijakan dalam Penyelenggaraan Otonomi Daerah.
    • UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
    • UU No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
    • UU No. 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah (Revisi UU No.32 Tahun 2004)

    Dampak Positif dan Negatif Otonomi Daerah 

    Dari Segi Sosial Budaya 

    Dampak Positif 
    Dengan diadakannya desentralisasi akan memperkuat ikatan sosial budaya pada suatu daerah. Karena dengan diterapkannya desentralisasi ini pemerintahan daerah akan dengan mudah untuk mengembangkan kebudayaan yang dimiliki oleh daerah tersebut.

    Bahkan kebudayaan tersebut dapat dikembangkan dan di perkenalkan kepada daerah lain. Yang nantinya bisa di jadikan symbol daerah tersebut.

    Dampak Negatif 
    Dapat menimbulkan kompetisi yang tidak sehat anatar daerah karena setiap ingin menonjolkan kebudayaan masing-masing dan merasa bahwa kebudayaannya paling baik.

    Dari Segi Keamanan Politik 
    Dampak Positif 
    Dengan diadakannya desentralisasi merupakan suatu upaya untuk mempertahankan kesatuan Negara Indonesia, karena dengan diterapkannya kebijakna ini akan bisa meredam daerah-daerah yang ingin memisahkan diri dengan NKRI, (daerah-daerah yang merasa kurang puas dengan sistem atau apa saja yang menyangkut NKRI).

    Dampak Negatif 
    Disatu sisi otonomi daerah berpotensi menyulut konflik antar daerah satu dengan yang lain.

    Secara Umum 

    Dampak Positif 

    1) Setiap daerah bisa memaksimalkan potensi masing-masing. 
    2) Pembangunan untuk daerah yang punya pendapatan tinggi akan lebih cepat berkembang. 
    3) Daerah punya kewenangan untuk mengatur dan memberikan kebijakan tertentu. 
    4) Adanya desentralisasi kekuasaan. 
    5) Daerah yang lebih tau apa yang lebih dibutuhkan di daerah itu, maka diharapkan dengan otonomi daerah menjadi lebih maju. 
    6) Pemerintah daerah akan lebih mudah mengelola sumber daya alam yang dimilikinya, jika SDA yang dimiliki daerah telah dikelola secara optimal maka PAD dan pendapatan masyarakat akan meningkat. 
    7) Dengan diterapkannya sistem otonomi dareah, biaya birokrasi menjadi lebih efisien. 
    8) Pemerintah daerah akan lebih mudah untuk mengembangkan kebudayaan yang dimiliki oleh daerah tersebut. (Kearifan lokal yg terkandung dalam budaya dan adat istiadat daerah). 

    Dampak Negatif 
    1) Daerah yang miskin akan sedikit lambat berkembang. 
    2) Tidak adanya koordinasi dengan daerah tingkat satu karena merasa yang punya otonomi adalah daerah Kabupaten/Kota. 
    3) Kadang-kadang terjadi kesenjangan sosial karena kewenangan yang di berikan pemerintah pusat kadang-kadang bukan pada tempatnya. 
    4) Karena merasa melaksanakan kegiatannya sendiri sehingga para pimpinan sering lupa tanggung jawabnya. 

    REFERENSI
    1. Definisi Otonomi Daerah , from http://www.informasiahli.com/2015/08/pengertian-otonomi-daerah-fungsi-dan.html#_ , Friday April 8 2016, 8:50 PM
    2. Dasar Hukum Otonomi Daerah , from https://id.wikipedia.org/wiki/Otonomi_daerah , Friday, April 08 2016 , 8:53 PM
    3. Dampak Positif dan Negatif Otonomi daerah , from http://www.ilmuekonomi.net/2015/12/dampak-positif-dan-negatif-otonomi-daerah.html , Friday April 08 2016 , 8:57 PM

    Minggu, 20 Maret 2016

    Perekonomian Indonesia Saat Ini



    Optimisme Perekonomian Indonesia 2016

    Mengawali tahun 2016, Indonesia harus mampu membangun optimisme untuk menghadapi setiap situasi ekonomi, baik global maupun domestik. Namun, kondisi ini harus tetap diwaspadai karena mengingat kondisi ekonomi global yang lebih rentan dengan krisis karena mudah berubah-ubah.

    Berkaca dari tahun lalu, pengaruh terbesar bagi ekonomi Indonesia di 2016 bisa jadi antara lain, yaitu pertama perlambatan ekonomi Tiongkok dan kedua masih rendahnya harga minyak. Bahasan pertama adalah pengaruh Tiongkok ke Indonesia. Sebagai mitra dagang terbesar Indonesia, perlambatan di Tiongkok berarti memberi pengaruh pada kegiatan ekspor. Perlu dicatat, ekonomi dunia juga mendapat pengaruh yang sama atas perlambatan ini. Melihat hal ini, tentunya pola ekspor Indonesia pun harus mulai diubah, dari barang mentah menjadi barang jadi/ barang konsumsi.

    http://www.kemenkeu.go.id/sites/default/files/quotes.png

    Kedua, terkait harga minyak. Secara otomatis, minyak menjadi referensi harga bagi komditas lain, dimana nilai minyak yang rendah berimbas pada harga komoditas yang rendah. Indonesia sendiri mulai berusaha untuk mengurangi ketergantungan kepada komoditas pada 2015 lalu. Di dalam negeri, harga minyak ini mengganggu ide pengembangan energi terbarukan karena harganya menjadi lebih murah untuk dikonsumsi.

    Hal ketiga ialah, Kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat juga pasti berpengaruh pada kondisi ekonomi dalam negeri, khususnya sektor keuangan. Hal ini tentunya harus kita antisipasi sehingga sektor keuangan Indonesia tetap dalam kondisi stabil.

    Pemerintah berkomitmen untuk melakukan koordinasi agar dapat menjaga fundamental ekonomi baik makro, moneter, maupun fiskal. Salah satu hal yang penting adalah bagaimana mengoptimalkan belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) karena ini menjadi salah satu faktor penyokong pertumbuhan tahun 2016. Di sisi lain, penyerapan juga mulai digenjot mulai dari awal tahun, dimana proses lelang telah diizinkan untuk dilakukan sejak November 2015. Pada Januari 2016, beberapa proyek pekerjaan infrastruktur telah dimulai, antara lain pada Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pertanian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Kementerian Perhubungan. Tahun ini, pemerintah mengupayakan adanya penyerapan yang lebih merata, dimana distribusi penyerapannya juga akan terlihat di semester I.  (from  http://www.kemenkeu.go.id/Wide/optimisme-perekonomian-indonesia-2016)

     Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan, optimisme masyarakat dunia terhadap Indonesia mulai pulih. Saat ini, ekspektasi dunia terhadap RI yang merosot mulai bangkit.
    "Jujur saja, awal-awal ekspektasi dan optimisme tinggi, kemudian merosot, nah sekarang sudah mulai naik lagi," katanya di Hotel Pullman, Rabu (16/3/2016).

    Titik balik ini, lanjutnya, ditandai dengan banyaknya delegasi dunia yang mulai berdatangan ke Indonesia. Contohnya, pertemuan dirinya dengan delegasi Belgia dipimpin oleh Princess of The Kingdom of Belgium Astrid Josephin.

    "Jadi sekarang persepsi Internasional terhadap Indonesia, baik dari kalangan bisnis dan lainnya mulai membaik kembali," tambahnya.
    Menteri yang terkenal dengan jurus Rajawalinya ini menyebut, optimisme ini harus bisa dimanfaatkan oleh Indonesia. Momentum ini, kata dia, bisa jadi peluang Indonesia menarik investasi sebanyak-banyaknya.
    "Nah persepsi yang positif ini harus kita gunakan sebagai momentum untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan seperti yang dilihat tadi, banyak mereka yang tertarik untuk investasi, untuk kerjasama dengan pengusaha Indonesia," cetusnya.(rai)

    Pemerintah optimis, adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2016 mendatang. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli dalam acara kajian Center of Reform on Economics/CORE Indonesia - Economic Outlook 2016 di Jakarta Rabu (18/11) mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2016 bisa mencapai enam persen. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan tahun ini sekitar 4,7 persen.

    "Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan yang kalau pakai cara-cara biasa, hanya akan tumbuh sekitar 5,7 persen tahun depan. Ekonomi (Indonesia) tahun depan paling tidak akan tumbuh di atas enam persen. Target kami dalam waktu satu atau dua tahun kita akan kalahkan Filipina dan India. Filipina saat ini pertumbuhannya 7,2 persen dan India 7,3 persen. Dalam dua tahun kedepan kami optimis kita bisa kalahkan dua negara itu sebagai ekonomi paling cepat dan paling berkembang di Asia," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli.    (from http://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/2015/11/19/350472/indonesia-optimis-pertumbuhan-ekonomi-capai-6-persen-tahun-2016)

    Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W Martowardjojo optimistis pemangkasan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 bps menjadi 7 persen pada akhir pekan lalu bakal memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

    Ia menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini menembus kisaran 5,2-5,6 persen. Sementara inflasi, mantan Menteri Keuangan itu meyakini pergerakannya masi di ambang 4 plus minus 1 persen.

    "BI mendukung kebijakan untuk menggairahkan pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu BI rate di bulan Januari dan Februari sudah diturunkan masing-masing 25 persen," ujar Agus di Jakarta, Senin (22/2). (from http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20160222112119-78-112500/bi-optimistis-ekonomi-indonesia-tumbuh-56-tahun-ini/ )


    REFERENSI
    1.      Optimisme Perekonomian Indonesia 2016 , from http://www.kemenkeu.go.id/Wide/optimisme-perekonomian-indonesia-2016  , Sunday  20 March  2016 , 19:59  pm  WIB

    2.      Optimisme Dunia yang Merosot Mulai Pulih , from http://economy.okezone.com/read/2016/03/16/20/1337317/rizal-ramli-optimisme-dunia-yang-merosot-mulai-pulih ,  Sunday  20 March  2016 , 20 ; 01 pm  WIB

    3.      Indonesia Optimis  Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai  6 Persen Tahun 2016  , from http://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/2015/11/19/350472/indonesia-optimis-pertumbuhan-ekonomi-capai-6-persen-tahun-2016 , Sunday  20 March  2016 , 20 ; 03 pm  WIB

    4.      BI Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh  5,6%  Tahun Ini , from http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20160222112119-78-112500/bi-optimistis-ekonomi-indonesia-tumbuh-56-tahun-ini/  ,  Sunday  20 March  2016 , 20 ; 03 pm  WIB