Kamis, 07 Juni 2018

SEBERAPA PENTING SIH SOFTSKILL?

Ada diskusi menarik di antara para manajer perbankan sebagai peserta pelatihan manajemen bisnis perbankan di Bali pada pertengahan tahun 2016 lalu, dimana penulis bertindak sebagai trainer. 
Ketika  melakukan seleksi kepegawaian, apakah manajemen perbankan  memberi bobot lebih besar pada soft competency test daripada hard skill based test mengingat banyaknya praktik fraud atau manipulasi dalam industri perbankan. Jawabannya memang beragam tergantung kebutuhan, strategi, dan human resource policy yang diterapkan oleh pihak manajemen perbankan.
Ketika masih mengajar di bidang manajemen keuangan sampai dengan akhir tahun 1990-an, penulis sering menjelaskan kepada para mahasiswa  bahwa tujuan mendapatkan keuntungan yang maksimal oleh perusahaan akan tercapai jika di- back-up oleh jumlah modal tertentu yang cukup kuat. Modal dalam hal ini adalah nilai aset yang digunakan untuk menghasilkan nilai tambah yang disebut sebagai laba. 
Dalam perspektif manajemen keuangan, hasil dari suatu investasi (return on investment) selalu dihitung dengan membandingkan besaran laba dengan modal atau aset yang digunakan. 
Dalam perkembangan kemudian, secara tidak sadar formula ini mendorong pihak pengelola bisnis hanya berkutat pada upaya memperbesar nilai aset dan “melupakan” upaya membangun karakter orang-orang yang mengelola aset yang digunakan. Seberapa besar sumbangan kekuatan karakter atau soft competency  yang dimiliki sumber daya manusia (SDM)  kurang memperoleh sentuhan yang bermakna sampai munculnya konsep SDM sebagai human capital. 
Konsep human capital dalam Islam adanya pengakuan bahwa setiap orang adalah pemimpin yang harus bertanggung jawab. Berbicara tentang manajerial itu berarti berkaitan dengan soft skills.  
Tetapi dalam pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen,  faktor hard skills menjadi penting. Itu artinya soft skills dan hard skills bukanlah hal yang perlu dipertentangkan tetapi perlu dikembangkan secara seimbang. Satu hal yang bisa mengkombinasikan kedua  kelompok keahlian tersebut tanpa mempertentangkannya. Para ahli SDM sepakat bahwa SDM dalam perusahaan merupakan faktor terpenting dibandingkan dengan pentingnya faktor teknologi, sistem informasi, dan aset. 
Sama seperti yang dikemukakan oleh Syed M Athar, tentang Islamic management yang mengakui faktor manusia merupakan sumber daya yang terpenting dan paling berharga. Muhammad A Al-Buraey, Director Center for Economics & Management Systems King Fahd University mengemukakan bahwa kepemimpinan akan  efektif ketika seorang manajer memiliki  karakter yang kuat, mampu menunjukkan jati diri sebagai role model, menjaga keseimbangan, dan memiliki integritas tinggi. Semua itu mendukung pengelolaan sumber-sumber daya organisasi yang efektif jika dilakukan berdasarkan pedoman Alquran dan sunnah.
Dalam perspektif manajemen Islam, employee value proposition diletakkan pada posisi sebagai agen perubahan yang didukung oleh spirit untuk melakukan perubahan dimulai dalam diri sendiri. Alquran telah dengan tegas menjelaskan: “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (QS Ar Ra’du:11). Dalam konteks manajemen bisnis effort melakukan perubahan mencapai tujuan yang halal adalah kekuatan utama sukses bisnis.


Sumber : http://www.republika.co.id/amp_version/ohggdd291

Senin, 14 Mei 2018

Strategy mengerjakan 'structure' di TOEFL

     Apa itu "Stucture"? (Ind. 'struktur')
Apa pun bidang ilmu yang Anda geluti, Anda pasti mengenal konsep tentang "stuktur". Di dalam disiplin ilmu teknik, sosiologi, antropologi, seni, matematika, ekonomi, geografi, dan semua cabang ilmu pasti dikenal konsep dan istilah 'struktur' dengan definisi yang berbeda-beda. Namun jika kita perhatikan dengan seksama, ada satu benang merah dari semua definisi konsep yang berbeda-beda tersebut.

     Sebuah 'struktur' pasti mengandaikan adanya 3 hal utama, yakni:
1) bagian/unsur/elemen pembentuk struktur
2) keterkaitan/hubungan antarelemen/unsur/bagian tersebut
3) hukum/keteraturan/pola tertentu yang mengikat seluruh elemen/unsur/bagian
Oleh karena 'struktur' mengimplikasikan ketiga hal tersebut di atas, maka dengan cara yang sama pertanyaan-pertanyaan pada bagian Structure & Written Expression ini juga mengandaikan ketiga hal tersebut. Oleh karena yang menjadi satuan terkecil yang diujikan adalah kalimat (bukan paragraf seperti pada bagian ke-3), maka kita harus mampu mengenali:
1) elemen-elemen pembentuk kalimat
2) hubungan antarelemen kalimat
3) pola yang mengikat semua elemen tersebut.

     Strategi Umum untuk Mengerjakan Part A
Pada bagian ini, ada sebuah kalimat yang bagian dari kalimat tersebut hilang. Dari 'paradigma struktural' yang saya uraikan di atas, maka cara yang paling tepat  untuk mengerjakan bagian ini adalah dengan mengetahui komponen mana yang dihilangkan pada kalimat, apakah komponen Subject, Verb, Complement, Object, Conjunction, Appositive, atau gabungan dari sebagian komponen-komponen tersebut. Jika ini pun tidak bisa dilakukan, maka kenalilah terlebih dahulu mana komponen yang ada, baru nanti terlihat komponen mana yang dihilangkan. Dengan mengetahui komponen apa yang dihilangkan, maka paling tidak kita akan mencari ke bagian pilihan yang memang kita perlukan dan mengeliminasi pilihan-pilihan yang salah.

Contoh:
 A camel ______________ 30 gallons of water in ten minutes.
(a) it can drink
(b) a large drink of
(c) can drink
(d) with a drink of

      Soal di atas adalah tipikal soal Part A (sentence completion), di mana kita diminta untuk menentukan jawaban yang benar dari keempat pilihan yang diberikan.
Langkah 1: baca secara sangat sekilas kalimat tersebut
Langkah 2: tentukan secara cepat komponen apa yang dihilangkan
Langkah 3: eliminasilah pilihan-pilihan jawaban yang tidak mungkin dipilih (salah)
Langkah 4: jawablah pertanyaan tersebut

     Jika dilihat, kalimat di atas memuat komponen Subject ('A camel') namun tidak ada komponen Verb-nya (dalam Bahasa Indonesia kita mengenal komponen ini sebagai Predikat). Jadi kita harus mencari Verb di dalam pilihan yang disediakan. Dari keempat pilihan, ada 2 pilihan yang BUKAN Verb, yakni pilihan (b) dan (d), sehingga secara otomatis kita akan mengabaikan dua pilihan ini. Pilihan jawaban (a) mengandung Verb, namun masih memuat Subject, yaitu 'it'. Karena kalimatnya sudah mengandung Subject, pilihan (a) oleh karenanya juga salah. Jawaban atas soal di atas adalah (c), mengingat hanya pilihan inilah yang memuat verb. Ingat, di dalam bagian ke-2 TOEFL (Structure) jawaban atas pertanyaan harus secara pas menjawab pertanyaan, Jika yang dihilangkan Verb, maka carilah Verb, tidak boleh kurang (tidak memuat Verb) atau lebih (mengandung komponen lain yang tidak diperlukan). 

Source : http://popi-irawan.blogspot.co.id/p/section-ii.html?m=1

Rabu, 11 April 2018

Tips & Trik Menjawab soal Listening TOEFL

Part listening terbagi lagi atas 3 part yaitu Part A, B, and C. Sebelum kita memasuki penjelasan tiap part secara mendetail. Terlebih dahulu saya ingin memberikan tips & trik secara general dalam menjawab soal ini. Tipsnya yaitu:

  • Be Familiar with direction. Dalam setiap part akan ada direction yang dibacakan oleh sang bule dari tape recorder. Direction ini akan selalu sama di setiap test toefl. jadi sesungguhnya tak perlu mendengarkan baik-baik dierction yang ada. kalian benar-benar harus sudah tahu dan familiar dengan direction tersebut sebelum mengikuti test.
  • Selama direction dibacakan, silahkan melihat-lihat pilihan jawaban yang ada. Bisa di tebak kira-kira apa pertayaan untuk pilihan jawaban tersebut.
  • Listen carefully to the conversations and talks. Jadi kalian harus betul-betul berkonsentrasi untuk mendengarkan apa yang diucapkan dalam tape recorder tadi. mengapa? Karena hanya akan di putar sekali saja. Jadi tetap berkonsentrasi yaa..
  • Know where the esier and more difficult question are generally found. setiap part dari sesi listening comprehension yaitu dari soal yang mudah hingga ke soal yang sukar.
  • Never leave any answer blank on your answer sheet. jangan pernah mengosongkan lembar jawaban. jika tidak tahu, maka jawab saja/ isi saja lembar jawaban berdasarkan feeling teman-teman. Kira-kira manakah jawaban yang benar. sebab tidak akan ada pengurangan nilai jikalau pun jawabannya salah. Jika benar, Alhamdulillah kan?
  • Selama pengerjaan, jika selesai mengerjakan soal pertama dan masih ada waktu tersisa sebelum si bule berpindah ke soal berikutnya, gunakan waktu tersebut untuk melihat pilihan jawaban berikutnya. jadi teman-teman sudah siap untuk menjawab soal, tinggal focus mendengarkan, lalu memilih jawaban yang tepat ^^
Sekarang kita masuk kepada penjelasan singkat dari part dalam listening comprehension.
1. PART A
Part A merupakan short conversation atau percakapan singkat dua orang. Part ini terdiri dari 30 short conversation yang diikuti oleh pertanyaan di setiap conversation yang harus dijawab setiap 1 short conversation selesai.
General tips untuk part ini adalah:
  • Focus kepada second line (pembicara kedua). Jawaban pertanyaan dari pertanyaan biasanya di pembicara kedua.
  • Biasanya jawabannya merupakan re-statement (pernyataan ulang)dari kata kunci yang terdapat di pembicara kedua. Jadi apa yang didengar bisa jadi katanya tidak sama dengan apa yang tertulis dipilihan jawaban, namun memiliki maksud yang sama dengan yang diucapkan oleh sang bule pembicara kedua.
  • Remember! pertanyaannya itu dari yang mudah (easy) – yang sukar (difficult)
  • if not understand the conversation,  maka:
    • jika hanya mengerti beberapa kata saja ---> pilihlah jawaban yang merupakan re-statement dari key word (kata kunci) yang di dengar atau dimengerti tadi
    • if not understand all, sama sekali tidak mengerti, pilihlah yang paling berbeda dengan apa yang kalian dengar
    • Never Choose an answer because it sounds like what you heard in the conversation. jadi, jangan pernah memilih jawaban karena sama dengan apa yang kalian dengar yaa
  • Remember! jawablah semua pertanyaan walaupu kalian tidak yakin dengan jawabanya. Never leave any answers blank. Jangan membuat lembar jawaban kosong yaa..
Contohnya:
image
Dari dialog di atas, pembicara kedua mengatakan I’ll say! , means bahwa si bule perempuan agree (setuju) dengan apa yang dikatakan oleh si bule pria (pembicara pertama). Jadi jawabannya adalah (C).
II. PART B
Part B merupakan part long conversation atau percakapan panjang. di part ini kita akan mendengarkan percakapan panjang dua orang bule. Jumlah percakapan di part in adalah dua. Setelah setiap percakapan selesai akan di ikuti dengan 3 atau 4 –5 pertanyaan. Biasanya di part ini lebih banyak membicarakan tentang school life, social issue, or a trip that someone is planning ataupun berita di United State (US).
III. Part C
Di part ini seseorang akan berbicara panjang. Di part ini terdiri dari 3 pembicaraan, masing-masing pembicaraan akan di ikuti pertanyaan 3 – 4 atau 5 pertanyaan. kemudian pilihlah jawaban yang benar sesuai dengan pertanyaan. Sama halnya dengan Part B, di Part ini juga kebanyakan membicarakan tentang American History, literatur, ataupun some school life.
Tips untuk menjawab soal Part B & C adalah sama, yaitu:
  • Focus in 1st line. Jadi fokuslah di line pertama dari tiap conversation ataupun talk. Karean baris pertama biasanya merupakan main idea, subject, ataupun topik yang sedang dibicarakan. Dan sering sekali akan ditanyakan pertanyaan tentang hal tersebut.
  • Sebelum mendengarkan conversation atau talk di setiap part, pada saat direction dibacakan atau jika ada waktu, lihatlah jawaban di Part B begitu pula jika sudah memasuki part C. sementara melihat jawaban, cobalah untuk:
    • Menerka topik yang akan kalian dengan nantinya
    • Menerka pertanyaan yang mungkin muncul dari kumpulan jawaban yang ada.
    • Terka ataupun simpulkan pertanyaan tentang what doing next?, when & where the conversation take place?, and who’s talking? pertanyaan ini sering sekali muncul di part ini.
  • Saat mendengarkan, determain topik dengan mendengarkan baik-baik bagian pertama (first line) dari percakapan.
  • Saat mendengarkan follow atau ikuti dengan melihat jawaban yang ada pada text book (buku soal) lalu usahakan untuk menerka jawaban yang tepat. Semua jawaban ada pada conversation atau talk, dan jawabannya sama dengan apa yang kalian dengar di tape.
  • Harus menerka jawabannya walaupun tak yakin. Ingat! jangan pernah membiarkan jawaban kosong.
  • Jika ada waktu yang tersisa gunakan untuk melihat jawaban pada text book. agar siap mendengar conversation atau talk selanjutnya.
Untuk strategi mendetail tentang PART A  dan contoh listening part B & C dibahas tersendiri di postingan lain di blog ini.
Nah, itulah beberapa tips yang bisa digunakan dalam menjawab soal listening comprehension. Jangan lupa kunjungi blog aslinya (tertera di bawah) Semoga bermafaat ya!

Sumber :  http://www.evhykamaluddin.com/2014/06/tips-trik-menjawab-soal-listening

Rabu, 21 Maret 2018

What are the main difference between Internet-Based Testing (iBT) and Paper based Testing(PBT) formats?



TOEFL iBT measures reading, listening, speaking and writing skills and takes approximately 4½ hours. It is given on computer 30-40 times a year at test centers throughout the world.

TOEFL PBT measures listening, structure (grammar), reading and writing and takes approximately 3½ hours. It is given using paper and pencil 6 times a year at test centers where TOEFL iBT is not available. 

Section
Internet Based Test (IBT)

Paper-Based Test (PBT)
Reading
3-5 passages from academic texts; approximately 700 words long; 12-14 questions per passage.
What's different?
  • Glossary to define key words; easy-to-use review feature
  • New task – categorize information and fill in chart/complete summary

Time:60-100 minutes
Questions:36-70
Score Scale:0-30


measures the ability to understand non-technical reading material.
Time:30 minutes
Questions:1 topic
Score Scale:31-67
Listening
4-6 lectures, some with classroom discussion; each 3-5 minutes long; 6 questions each. 2-3 conversations; each 3 minutes long; 5 questions each.

Time:60-90 minutes
Questions:34-51
Score Scale:0-30
10 minutes break
What's different?
  • Longer, more authentic conversations and lectures
  • Note taking allowed
  • New questions that measure understanding of a speaker's attitude, degree of certainty, purpose, or motivation


Listening Comprehension measures the ability to understand English as it is spoken in North America.

3 – 4 mini-talks: each 60 – 90 seconds long, 3 – 5 questions each
2 – 3 extended conversations: each 60 – 90 seconds long, 3 – 5 questions each
30 – 40 dialogues: each 5 – 15 seconds long, 1 question each

Time:30-40 minutes
Questions:50
Score Scale:31-68
Speaking
2 tasks to express an opinion on a familiar topic; 4 tasks to speak based on what is read and listened to.
Up to 30 seconds to prepare the response
Up to 1 minute to respond
Time:20 minutes
Questions:6 tasks
Score Scale:0-4 points converted to 0-30


No Speaking Section
Structure (grammar)
No Structure Section
No grammar section, although grammar is evaluated in Speaking and Writing responses.

This part has 15 exercises of completing sentences correctly and 25 exercises of identifying errors.
Time:25 minutes
Score Scale:31-68
Writing

1 task to write based on what is read and listened to; 1 task to support an opinion on a topic.
Time:50 minutes
Questions:2 tasks
Score Scale:0-5 points converted to 0-30


One essay with 250-300 words in average.
Time:30 minutes
Questions:1 topic
Score Scale:0-6
Total score
Score Scale:0-120

Score Scale:310-677
Source : https://www.interface.edu.pk/tests/toefl/toefl-test-formats.asp